News
AI di Konstruksi

Arsitek ingatkan ancaman iklim, material murah, dan ketergantungan pada AI dalam perumahan

Redaksi Halora ·

Foto: Daniel McCullough / Unsplash

Newsweek memuat pandangan sejumlah arsitek pada pekan Hari Arsitektur Sedunia, yang jatuh pada 5 Oktober 2026. Artikelnya tidak mencantumkan tanggal terbit pasti, jadi ini lebih berupa peringatan profesi daripada berita terbaru. Isinya tetap relevan bagi siapa pun yang membangun atau merenovasi rumah.

Iklim dan material

James Saisakorn dari The Turett Collaborative menyebut perubahan iklim sebagai ancaman besar bagi masyarakat global. Daniel Baumann dari Henning Larsen memperingatkan bahwa lokasi yang kini dianggap aman bisa menghadapi risiko banjir serius pada 2050. Miles Smith dari Graphisoft menyoroti planned obsolescence, yaitu material lebih murah dan kurang awet yang akhirnya membuat pemilik rumah menanggung biaya saat cuaca ekstrem datang.

Artikel itu mengutip angka PBB: sekitar 3,4 miliar orang di dunia belum memiliki hunian yang aman dan layak. Laporan State of the Nation’s Housing 2026 dari Harvard juga disebut mencatat makin banyaknya bencana bernilai miliaran dolar di Amerika Serikat.

AI dan tenaga terampil

Max Berger dari Fogarty Finger Architecture mengingatkan agar bangunan tidak dirancang dengan AI tanpa masukan berarti dari arsitek. Artikel tersebut juga mengutip studi American Institute of Architects 2025 yang menemukan 90% profesional arsitektur khawatir soal ketidakakuratan AI, penyalahgunaan data, dan keamanan data. Smith menambahkan masalah lain: tukang berpengalaman pensiun tanpa cukup generasi muda yang menggantikan.

Baumann juga berpendapat bahwa hunian seharusnya melayani penghuninya, bukan terutama diperlakukan sebagai instrumen investasi.

Artinya bagi pemilik rumah di Jabodetabek

Data dalam artikel ini berpusat pada Amerika Serikat, jadi angkanya tidak bisa langsung dipakai untuk Jabodetabek. Namun pesannya terbaca jelas di sini: banjir tahunan, tanah yang menurun, dan tukang yang makin sulit dicari adalah masalah nyata di wilayah kita. Saat memilih lokasi atau merenovasi, periksa riwayat genangan, ketinggian lantai, dan kualitas material, bukan hanya harga per meter. Jika perancang memakai AI untuk menghasilkan denah atau gambar, pastikan arsitek berlisensi yang menandatangani dan bertanggung jawab atas hasil akhirnya. Alat itu membantu mempercepat, tetapi tidak menggantikan survei lapangan.

Sumber